zainuri hanif's blog
Orasi dahsyat Shakespeare yang ia letakkan di mulut Mark Antony saat menjawab komentar Brutus. Tidak ada literatur lain yang mampu menggarisbawahi prinsip psikologi terapan sebaik orasi ini.
Dalam tradisi militer dikenal filosofi kepemimpinan yang diringkas padat dalam formula "Follow me!" Komandan batalyon akan berkata kepada komandan kompi agar mengikutinya, seterusnya kebawah. Filosofi tentara "follow me!"
Membayar keburukan dengan kebaikan, ibarat melapisi sisi-sisi gelap kita dengan ornamen hidup dan hiasan diri yang indah. Atau seperti hujan yang turun mendinginkan bumi yang panas.
Sudah lama pengin punya blog sendiri. akhirnya kesampaian juga. Sudah lama ngeblog, sejak 2007 yang lalu di wordpress, di http://futuh.wordpress.com/. Ada rasa was-was juga ketika harus pindah.
Ketika SMA, kita sudah diharuskan menentukan profesi apa yang akan kita geluti. Walau memang banyak pula yang sudah menentukan pilihan itu jauh sebelumnya.
”Di masa lalu, para pekerja dengan talenta terbaik memasuki banyak bidang seperti kedokteran, sektor pemerintahan, riset, dan perusahaan,” (Stiglitz , ekonom AS peraih Nobel Ekonomi 2001)
Aug 10
27
Untuk ali jabbar dan usman awam
Inilah basrah…
tanah batu putih..
tak pernah berhenti memerah..
tak pernah lelah dijarah sejarah..
Inilah basrah…
pejuang badar bernama utbah
membangun kota ini atas perintah umar al faruq sang khalifah
Entah mantra apa yg dibaca ketika meletakkan batu pertama
Sehingga kemudian setiap jengkal tanahnya..
Tak henti-hentinya merekam nuansa seribu satu cerita
Basrah yg marah.. basrah yg merah..
basrah yg ramah.. basrah yg pasrah..
Aug 10
23
Perhatikan isi pembicaraan kita, orang-orang di sekitar kita dan bandingkan dengan isi pembicaraan orang-orang besar atau tokoh yang anda kenal, yang anda kagumi. Apakah ada sebuah jarak yang besar yang membedakan isi dan kualitas pembicaraan kita dengan meraka? Setidaknya sampai saat ini? Entah kalau kita nanti terus belajar, mampu memetik setiap hikmah dan akhirnya menjemput takdir kita menjadi orang-orang yang menggantikan mereka.
***
Dalam sebuah forum mulia itu, sang tokoh yang notabene tokoh nasional sangat antusias bercerita hal-hal yang menjadi tantangan negeri ini. Dari yang paling sederhana hingga yang rumit. Dari bobot pembicaraannya, tampak bahwa kapasitasnya memang bukan level orang kebanyakan. Ia tampak berwibawa. Meskipun begitu, sisi ramahnya sebagai bapak senantiasa tampak dengan menemani sang anak bermain kembang api di halaman rumah.
Jul 10
29
Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.
Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.
Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh seorang istri. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu! Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu.
Jul 10
21
Ibrahim as adalah sebuah monumen cinta. Hingga pada akhir hayatnya pun harumnya cinta suci begitu mewarnai. Saat Malaikat Maut hendak mencabut nyawanya, Ibrahim berujar, “Tanyakanlah kepada Allah, adakah Kekasih yang tega mencabut nyawa kekasih-NYA?” Maka bergegaslah Malaikat Maut menghadap Sang Khalik yang dengan lugas menjawab, “Katakan kepada Ibrahim, adakah kekasih yang enggan bersua dengan Kekasihnya?” Mendengar itu, seketika Ibrahim menjawab, “Kalau begitu, cabutlah nyawaku sekarang juga!” Cinta memang tak hendak menunggu….
Jul 10
13
Menjelang musim dingin, seorang warga suku Indian tradisional bertanya pada kepala sukunya. “Kepala suku, apakah musim dingin ini akan lebih dingin dari biasanya?” Pertanyaan ini tentu saja wajar, karena biasanya kepala suku Indian di Amerika punya kekuatan magis yang bisa meramal cuaca di masa depan.
Akan tetapi karena kepala suku yang satu ini lebih suka gaya hidup modern ia sudah tidak tahu lagi bagaimana meramal cuaca dengan cara-cara kuno lagi. Akan tetapi ia harus menjaga wibawa sebagai kepala suku Indian yang memang umumnya dikenal ahli dalam meramal cuaca.
Maka dengan sembarangan ia bilang pada warga untuk mengumpulkan kayu karena musim dingin kali ini akan lebih dingin. Toh, kalau tidak dingin, kayu tetap bisa digunakan kapan-kapan, pikirnya. Jauh lebih baik daripada kalau ternyata terlalu dingin tapi tidak ada kayu. Maka berbondongbondonglajh warga Indian mengumpulkan kayu.
Jul 10
8
Apa yang kita tanam hari ini, akan kita tuai nanti. Layaknya berkebun, di awal kita butuh banyak modal untuk lahan, bibit unggul, pupuk, dan selama beberapa waktu harus merawatnya. Bahkan organisme pengganggu seperti ulat dan penyakit lain harus dijauhkan. Dan ketika fase tumbuh itu telah lewat, masa panen dengan penuh keuntungan akan didapatkan.
Menjadi Pemeran Utama
Dalam peran kebaikan, sebanyak-banyaknya kita harus mengambil bagian saham yang paling banyak. Investasi kebaikan jangan sampai dilewatkan. Kadang yang pertama, ia menjadi utama. Jadilah pelopor jangan hanya pengekor. Setiap zaman ada orang terbaiknya, setiap ruang amal ada pemain utamanya. Dalam setiap pekerjaan ada orang nomor satunya. Di setiap lingkaran dari seluruh wilayah perjuangan, ada orang-orang yang layak dan bisa menjadi pemeran utama.
Bangsa ini butuh sosok pemimpin yang kuat. Yang mau tampil menjadi pemeran utama, yang siap juga dengan resiko dan tantangan yang akan menghadangnya. Pemeran utama itu harus mampu menginspirasi banyak pemuda dan juga menggerakkan potensi bangsa. Sosok pemersatu, yang mampu menguatkan simpul-simpul yang sudah longgar akibat kecurigaan, perselisihan dan dendam di masa lalu. Siapa pemeran utama itu? Bisa jadi saya, anda, dan siapapun! Dalam setiap lingkaran perjuangan, pasti ada pemeran utamanya.
Jul 10
5
Jeruk sebagai salah satu buah paling populer sedunia, digemari juga oleh masyarakat Indonesia. Namun, jeruk yang kita konsumsi mayoritas masih impor, terutama dari negara China. Padahal, jeruk Indonesia tidak kalah berkualitas. Untuk membangkitkan jeruk nusantara, perlu dukungan semua pihak, terutama penyerapan pasar dan dukungan bagi petani agar senantiasa meningkatkan kualitasnya.
Di tengah gempuran jeruk China, kita patut selalu optimis! Data menunjukkan pada tahun 2006, luas panen jeruk mencapai 72.370 ha dengan total produksi sebesar 2.625.543 ton, sekaligus menempatkan posisi Indonesia sebagai negara penghasil utama jeruk kelompok keprok (tangerine, mandarin, clementin dan satsuma) nomor 2 setelah China dan untuk semua jenis Indonesia telah masuk di jajaran 10 besar produsen jeruk dunia (FAO)
Indonesia negara kaya. Untuk jeruk saja, saat ini kita mempunyai lebih dari 210 jenis jeruk yang dikoleksi dan dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui Balitjestro – Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika di Kota Batu, Jatim, Indonesia. Balitjestro, yang oleh pemerintah diberikan mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan buah jeruk, apel, lengkeng, anggur, dan stroberi akan mengadakan Citrus Spectacular Day (CSD) 2010 dengan berbagai rangkaian kegiatan.
Sebagai negara penghasil buah terbesar di dunia, Indonesia sangat layak memiliki peneliti-peneliti buah yang andal. Keberadaan mereka diharapkan dapat membuka peluang bagi berkembangnya varietas-varietas baru.
Indonesia dikenal sebagai salah satu surga buah-buahan di dunia. Sebagai negara tropis, setidaknya Indonesia memiliki sekitar 3.000 varietas buah-buahan yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Setiap daerah biasanya memiliki jenis buah khas, yang hanya tumbuh di kawasan-kawasan tertentu.
Kendati demikian, pengembangan penelitian-penelitian soal tanaman buah dan keberadaan peneliti buah-buahan di Indonesia hingga saat ini masih sangat memprihatinkan. Penelitian soal buah-buahan dirasa masih kurang diminati sehingga jumlah peneliti yang menekuni bidang tersebut pun sangat sedikit.
“Untuk menyebutkan 20 orang saja sulit sekali. Kalau 10 orang mungkin masih bisa disebutkan,” kata Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus PT Mekar Unggul Sari yang berbasis di Taman Wisata Buah Mekarsari, Mohamad Reza Tirtawinata.
Surat Bj Habibie..(dedicated to semua pasangan diseluruh dunia_cobalah untuk setia)
sebenarnya ini bukan tentang kematianmu..
bukan itu…
karena aku tau bahwa semua yang ada..
pasti menjadi tiada pada akhirnya…
DAN KEMATIAN ADALAH SESUATU YANG PASTI..
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi…
aku sangat tahu itu..
tapi yang membuat aku tersentak sedemikian hebat
adalah kenyataan bahwa
KEMATIAN BENAR_BENAR DAPAT MEMUTUSKAN KEBAHGIAAN DALAM DIRI SESEORANG
sekejap saja
lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati…
hatiku seperti tak ditempatnya
dan tubuhku serasa kosong melompong…
hilang isi
kau tau sayang…
rasanya seperti angin yang tibatiba hilang berganti kemarau
gersang…
pada airmata yang jatuh kali ini,,
aku selipkan salam perpisahan panjang..
pada kesetiaan yang telah kau ukir…
pada kenangan pahit manis selama kau ada..
aku bukan hendak mengeluh,,
tapi rasanya terlalu sebentar kau disini
mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang..
tanpa mereka sadari,
bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik..
mana mungkin aku setia..
padahal memang kecenderunganku adalah mendua…
tapi kau ajarkan aku kesetiaan..
sehingga aku setia,,
kau ajarkan aku arti cinta,,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini
selamat jalan,,
kau dari-NYA..
dan akan kembali kepada-NYa
kau dulu tiada untukku,
dan sekarang kembali tiada..
selamat jalan sayang…
cahaya mataku,,,
penyejuk jiwaku..
selamat jalan..
calon bidadari surgaku..
Konferensi Dewan Ketahanan Pangan 2010 dilaksanakan pada tanggal 24 – 25 Mei 2010 bertempat di JCC., dihadiri oleh para Menteri KIB II, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Gubernur dari seluruh Indonesia selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Propinsi, para Bupati/Wali Kota selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten/Kota, Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan-badan Internasional, pimpinan perguruan Tinggi, lembaga akademik, dunia usaha serta asosiasi profesi pangan seluruh Indonesia, dan Kepala Badan/ Dinas/ Kantor yang menangani Ketahanan Pangan baik tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota. Konferensi tersebut dibuka oleh Presiden RI yang didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden RI beserta Ibu Herawati Boediono. Secara lengkap berikut disampaikan Pidato Presiden RI pada acara pembukaan Konferensi Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2010.