DI SEPANJANG SEJARAH …… (part 2)

Kebiadaban yang dilakukan para penganut paganisme India ketika Pakistan memisahkan diri darinya tidak kurang kejam atau kurang bengis dari kebiadaban yang dilakukan oleh orang-orang Tartar. Dari 8.000.000 (delapan juta) orang Islam yang pindah dari India —dari kalangan orang-orang yang menjadi sasaran serangan barbaris dan biadab terhadap umat Islam yang tersisa di India dan yang memilih meninggalkan India— hanya tinggal 3.000.000 (tiga juta) orang saja yang sampai ke daerah-daerah tapal batas Pakistan! Sementara lima juta sisanya telah dihabisi di tengah-tengah perjalanan mereka. Mereka diserang tiba-tiba oleh pasukan India paganis yang terorganisasi, terlatih dengan baik, dan terkenal, serta yang dipimpin langsung oleh pejabat tinggi pemerintahan India. Mereka menyembelih umat Islam di jalanan seperti domba, lalu membiarkan begitu saja santapan burung-burung dan binatang buas, sesudah mereka dicincang dengan cara yang tidak manusiawi…. cara-cara yang tidak lebih ringan, jika tidak lebih parah, dari apa yang telah diperbuat oleh pasukan Tartar terhadap umat Islam penduduk Baghdad!

Lalu tragedi yang lebih mengerikan, memilukan, dan lebih dirancang sebelumnya adalah peristiwa yang terjadi di sebuah kereta api yang mengangkut para pegawai Muslim di seluruh pelosok India menuju Pakistan, setelah sebelumnya telah disepakati pemindahan pegawai Muslim di kantor-kantor India yang menginginkan pindah ke Pakistan. Maka, berkumpullah di kereta api ini 50.000 pegawai. Kereta api itu masuk sebuah terowongan di daerah perbatasan India-Pakistan yang bernama jalur Khaibar dengan mengangkut kelima puluh ribu pegawai itu. Namun, ketika keluar dari mulut terowongan yang kedua ia tidak mengangkut apa pun selain potongan-potongan tubuh yang tersobek-sobek dan bertebaran di sana-sini dalam kereta!

Pasukan India paganis yang terorganisasi dan terlatih dengan baik itu telah menghentikan kereta api tersebut dalam terowongan dan meraka tidak mengijinkannya melanjutkan perjalanannya kembali kecuali sesudah 50.000 pegawai itu berubah menjadi potongan tubuh dan darah! Sungguh benar firman Allah SWT, ”Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musryikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian” (Q.S. At-Taubah [9] : 8).

Penyembelihan-penyembelihan itu senantiasa berulang dalam bentuk-bentuknya yang beragam hingga detik ini. Apa yang kami sebutkan ini adalah peristiwa paling dekat dengan zaman kita ini.

Lalu, gerangan apa yang dilakukan Kaisar-kaisar Tartar di Cina yang komunis terhadap umat Islam di sana? Hanya dalam waktu seperempat abad mereka telah memusnahkan 26.000.000 orang Islam, rata-rata 1.000.000 orang per tahun. Upaya pemusnahan terus berjalan tanpa pernah mau berhenti. Selain sarana-sarana penyiksaan kejam yang kengeriannya membuat merinding bulu kuduk, di wilayah kekuasaan Cina di daerah Turkistan Muslim telah terjadi tragedi yang melengkapi kebiadaban Tartar : seorang pemimpin Islam ditangkap, lalu dimasukkan ke sebuah lubang yang telah digali untuknya di jalanan umum, kemudian orang-orang Islam. Di bawah tekanan penyiksaan dan intimidasi, diharuskan membawa kotoran-kotoran mereka (yang diterima oleh pemerintah dari seluruh penduduk untuk diolah menjadi pupuk sebagai imbal balik makanan yang diberikannya kepada mereka) dan melemparkannya ke pemimpin Muslim itu di lubangnya! Upaya penyiksaan ini berlangsung selama tiga hari, sementara sang pemimpin merasa kesakitan di dalam lubang dalam keadaan seperti itu dan meninggal!

Yang seperti itu pula yang dilakukan olah Yugoslavia Komunis terhadap umat Islam disana. Mereka telah memusnahkan sejuta orang dari mereka sejak berkuasanya Komunisme disana pasca Perang Dunia Kedua hingga saat ini. Upaya-upaya pemusnahan dan penyiksaan yang biadab —yang diantara contoh terkejinya adalah pelemparan orang-orang Islam, pria dan wanita, ke mesin pengolahan daging yang memproduksi daging bolobif agar ketika keluar dari corong kedua mereka telah berubah menjadi adonan yang terbuat dari daging, tulang dan darah— masih tetap berlangsung hingga hari ini!

Apa yang terjadi di Yugoslavia terjadi juga di seluruh negara Komunis dan ateis, sekarang dan di zaman ini. Ini semua menegaskan kebenaran firman Allah SAW :

”Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musryikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian” (Q.S. At-Taubah [9] : 8).

”Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. At Taubah [9]: 10)

Keadaan di atas bukanlah keadaan yang bersifat sementara atau temporal di Jazirah Arab. Ia bukanlah keadaan yang bersifat sementara atau temporal di Baghdad. Ia adalah keadaan permanen, alami dan otomastis setiap kali ada orang –orang beriman yang mempersembahkan peribadatan hanya kepada Allah dan orang-orang musyrik atau orang-orang ateis yang mempersembahkan peribadatan kepada selain Allah. Di setiap masa dan disemua tempat.

Berdasarkan keterangan, ayat-ayat di surat At-Taubah di atas, meskipun turun untuk menghadapi situasi kondisi yang ada di Jazirah Arab dan dimaksudkan untuk menegaskan hukum-hukum interaksi dengan orang-orang musryik Jazirah, namun daya jangkau waktu dan wilayahnya lebih luas dari itu. Karena ia selalu menghadapi situasi kondisi yang seperti itu di setiap masa dan seluruh tempat. Aplikasinya bergantung pada kemampuan untuk menerapkannya dalam dituasi kondisi seperti di jazirah Arab; ia tidak terkait dengan hukum aslinya atau sikap dasarnya yang tidak akan pernah berubah sepanjang masa.

Zainuri Hanif, Juli 2007

Sumber :

  1. Al Qur’anul Karim
  2. Fikih Pergerakan Sayyid Quthb, Aku Wariskan Untuk Kalian! Uswah press, Mei 2007

Tags: , , , , ,

:1: :2: :3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10: :11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :18: :19: :20: :21: :22: :23: more »

Leave a Comment