Apr 08
24
Bergabunglah dengan Barisan Ini!
Jadilah Bagian dari Da’wah Sekolah
Saudaraku, ketika ketika melihat kondisi riil ummat ini sekarang, kita akan merasakan betapa kepedihan tengah mencabik-cabik, merobek izzah ummat terbaik ini. Jika tidak, mungkin keislaman kita patut dipertanyakan. Bukankah semua muslim bersaudara? [QS Al-hujuraat : 10] Bukankah kaum muslimin itu seperti satu tubuh, jika satu bagian merasa sakit, maka bagian yang lain akan merasakannya pula?
Saudaraku, ketika anda menyaksikan kaum muslimin terenggut nyawanya serta terusir dari tanah kelahirannya, apa yang anda rasakan? Ketika kita menyaksikan uman ini semakin terasing dari agamanya, rusak aqidahnya, hancur akhlaqnya, terbelakang pendidikannya, apa yang anda rasakan? Marah, sedih, atau mungkin sekedar dongkol? Kadang kita hanya merasa ikut menderita, tanpa mencoba sedikitpun untuk memadamkan api yang tengah berkobar itu. Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Bukankah kita hanya seorang pelajar saja?
Jawabannya adalah Da’wah
Demikianlah, melihat realitas yang ada tersebut, mari kita lihat apa yang bisa kita lakukan saat ini. Ummat ini harus mulai dikembalikan kepada pemahaman yang benar tentang Islam, sehingga kembali kepada kejayaannya. Hal itu hanya bisa dijawab dengan da’wah. Untuk meraih cita-cita kembalinya kejayaan Islam, da’wah adalah jalannya. Sebagaimana rasulullah yang menempuh jalan da’wah untuk meninggikan kalimah Allah. Da’wah adalah sebuah kewajiban. Ia wajib ada, tanpa da’wah ummat ini terpuruk dalam kehinaan (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Manhaj Da’wah Salafiyah)
Firman Allah : “Kamu sekalian adalah ummat terbaik yang dikeluarkan kepada manusia. Engkau menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan kamu beriman kepada Allah” (QS Ali Imraan : 110)
Kebebasan dunia dari tirani musuh-musuh Allah hanya bisa dilakukan melalui da’wah, karena amar ma’ruf adalah kunci dari kejayaan. Da’wah adalah sebuah upaya perbaikan masyarakat. Sebuah perekayasaan sosial yang tertata rapi. Pelakunya dijanjikan pahala yang mulia di sisi Allah : “Maka siapakah yang perkataannya lebih baik dari orang-orang yang menyeru (da’wah) kepada Allah?” (QS Fushshilaat : 33).
Lantas, di mana peran kita?
“Dunia Islam kini tengah terbakar. Kewajiban setiap muslim adalah memadamkannya meskipun sedikit, sesuai dengan kemampuannya, tanpa menunggu orang lain…”
(Syaikh Amjaz Az-zahawy)
Innallaaha laa yukallifullaaha nafsan illaa wus’ahaa…Sesungguhnya Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Karena itulah, kita harus menempatkan diri kita menjadi bagian yang tepat dari da’wah. Think globally, acting locally!
Jawabannya adalah Da’wah Sekolah. Da’wah sekolah adalah da’wah dengan objek yang khusus dengan subjek yang khusus pula. Dengan melihat kapasitas kita sebagai seorang pelajar, maka da’wah sekolah lah salah satu yang paling penting untuk dikerjakan (tanpa menafikan da’wah di medan lain, jika mampu). Karena sekolah adalah tempat kita paling intens melakukan interaksi. Coba hitung : mulai dari sekitar pukul tujuh hingga pukul dua atau bahkan lebih, jika ditambah dengan aktivitas-aktivitas di luar aktivitas akademik.
Urgensi Da’wah Sekolah
Kenapa da’wah sekolah menjadi penting dalam upaya da’wah global?
Pertama, da’wah sekolah merupakan da’wah yang strategis. Dari da’wah sekolah bisa didapatkan generasi-generasi penentu masa depan yang shalih, hal ini akan melancarkan upaya perbaikan secara global. Ingat, pelajar adalah komponen khusus yang akan menentukan kondisi masyarakat mendatang, karena pelajarlah yang kelak akan mengisi pos-pos professional.
Kedua, da’wah sekolah lebih efektif. Sekolah adalah tempat di mana para pelajar mengalami intensitas pergaulan terbesar. Apabila potensi interaksi ini berhasil dimanfaatkan dengan baik, jumlah pelajar yang menjadi pendukung atau simpatisan da’wah akan optimal. Apalagi, sifat objek da’wah yang relatif homogen dan intelek (mayoritas pelajar, ditambah guru dan karyawan). Hal ini akan memudahkan proses penerimaan terhadap da’wah.
Da’wah sekolah merupakan bagian dari sebuah proses perubahan sosial yang lebih besar, yaitu da’wah global. Karena itulah, da’wah sekolah merupakan bagian dari tujuan da’wah yang global itu pula.
Da’wah sekolah merupakan proses penyiapan masyarakat yang siap mendukung konsep Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Coba bayangkan bila da’wah sekolah kita maju : Ia akan menghasilkan kader-kader da’i yang massal dan berkualitas, juga simpatisan yang massal. Mereka akan mengisi dan mewarnai lembaga-lembaga profesi di masa depan. Mulai dari perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, birokrasi, perguruan tinggi, LSM, wiraswasta, dan tentu saja di masyarakatnya sendiri. Mulai dari level pemimpin hingga level grass root. Mereka akan menjadi agen-agen perubahan skala system, membersihkan seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dari korupsi, kolusi, dan nepotisme yang sudah akut. Mereka adalah generasi baru yang akan membawa bangsa dan ummat Islam pada zaman baru, era baru yang lebih cemerlang, profesional, maju, kuat, dan –tentu saja- berakhlaq (Da’wah Sekolah di Era Baru, Koesmarwanti SS dan Nugroho Widiyantoro, Era Intermedia).
Demikianlah, da’wah sekolah merupakan elemen penting dalam proses pembangunan peradaban yang sedang berlangsung. Tujuan da’wah adalah meninggikan kalimahNya. Dalam da’wah sekolah, tujuan itu diterjemahkan menjadi dua tujuan :
- Tujuan Khasshah (khusus) :
Tumbuh suburnya kader da’wah
Rasulullah selalu memberikan perhatian khusus pada kaderisasi. Dari proses kaderisasi inilah muncul generasi yang akan menjadi sumber daya da’wah di masyarakat. Mereka inilah yang akan menjadi agen-agen utama perubahan (the main agent of change).
- Tujuan ‘Ammah (umum):
Menyiapkan generasi simpatisan da’wah
Dari da’wah sekolah, diharapkan generasi mendatang tidak menghambat laju da’wah. Karena itulah, da’wah ‘ammah difokuskan untuk mengenalkan Islam (ta’rif), syi’ar Islam (show force) dan penciptaan bi’ah shalihah (lingkungan yang baik). Hal-hal tersebut bertujuan untuk menyiapkan generasi yang siap menerima konsepsi Islam dalam kehidupan, minimal tidak menghambat.
Dua tujuan tersebut harus dicapai dengan perencanaan yang matang. Jangan sampai da’wah yang dilakukan tidak memiliki tujuan yang jelas, sekedar tambal sulam saja. Da’wah lah yang harus menentukan arah perubahan, bukan yang menyesuaikan (reaksioner) saja. Karenanya da’wah harus memiliki karakter-karakter berikut : Rabbaniyah (Robbani), Manhajiyah (Konsepsional), Marhaliyah (Tahapan), Awlawiyah (Prioritas), Waaqi’iyah (Realitas), dan Mutawaazinah (Seimbang).
Maka : Katakan Dengan Bangga!
Saudaraku, sudah jelaskah peranan yang akan anda ambil sekarang? Apakah anda akan diam, hanya menyaksikan lajunya perubahan, ataukah anda akan ikut menjadi orang-orang yang merubah kejahiliyahan menuju kejayaan? Pilihan ada di tangan anda sendiri : mengikuti jalan rasulullah dan para nabi atau sekedar melihat orang-orang meniti jalan ini. Jika pilihan pertama yang anda pilih, Allah menjanjikan surgaNya yang mulia. Sungguh ia adalah sebuah perniagaan yang akan menyelamatkan kita dari adzab yang pedih.
Firman Allah : “Wahai orang-orang yang beriman, sukakah engkau Aku tunjukkan sebuah perniagaan yang akan menyelamatkanmu dari adzab yang pedih? Engkau beriman kepada Allah dan rasulNya dan Engkau berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(Ash-shoff : 10-11)
Saudaraku, mari mantapkan hati : bergabunglah dengan barisan ini. Karena inilah jalan yang dilewati oleh Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya.
“Katakanlah : inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik…” (QS 12: 108) < Teladan Daarussalam





















