Sayangi Hewan

“Seorang Muslim tidak menanam tanaman, hingga memakan dari tanaman itu manusia, binatang atau burung, kecuali merupakan sedekah baginya, hingga datang hari kiamat.”
(HR. Muslim)

cow dolphin pict Sayangi HewanJelas, dari keterangan ini, berbuat baik kepada hewan, baik dengan memberi makan atau memberi minum kepadanya adalah merupakan bentuk sedekah. Bahkan Rasulullah pernah mengisahkan kepada para sahabat yang membuat pelaku orang yang menyayangi binatang dipuji oleh Allah dan diampuni; “Ada seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil berjalan di bawah terik matahari. Tenggorokannya terasa kering kerontang. Maka melihat sebuah sumur, ia segera menghampiri dan mengambil airnya untuk diminum. Namun, saat hendak meninggalkan tempat itu, ia melihat seekor anjing yang kehausan, menjilat-jilat pasir. Dalam hatinya lelaki ini mengatakan, “Anjing ini menderita kehausan sebagaimana aku baru saja merasakannya.” Akhirnya, ia kembali turun ke sumur dan memenuhi khuf (sepatu kulit) miliknya dengan air untuk diberikan kepada hewan malang itu.”

Allah berfirman, yang artinya, “Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kalian, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, serta sebagiannya kalian makan. Dan kalian memperoleh keindahan padanya, ketika kalian membawanya kembali ke kandang dan ketika kalian melepaskannya. Dan ia mengangkat beban-beban kalian ke suatu negeri yang kalian tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Rabb kalian benar-benar Maha Pengasih dan Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal dan keledai untuk kalian tunggangi dan sebagai perhiasan, Allah menciptakan apa yang tidak kalian ketahui.” (An Nahl [16]: 5-8)

Penuhi Hak Hewan

Hewan juga merasakan lapar, haus, lelah atau sakit jika dizalimi. Dalam shahih Muslim, Rasulullah pernah berkisah bahwa beliau menemui seorang laki-laki yang menarik sapi untuk mengangkut. Sapi itu menoleh kepada beliau dan mengatakan, “Demi Allah, aku tidak diciptakan untuk hal ini, namun untuk membajak.”

Hewan juga punya hak, apalagi setelah memenuhi kewajibannya setelah bekerja untuk manusia. Salah satunya adalah hak biologisnya. Di BBIB Singosari, Balai Besar Inseminasi Buatan di Kab. Malang Jawa Timur, salah satu kantor UPT Dirjend Peternakan Kementerian Pertanian, dengan mottonya “Setetes Mani Sejuta Harapan”, sapi yang ada disana sedikitnya 1-2 kali dalam sepekan diambil spermanya untuk inseminasi buatan. Sapi-sapi yang masuk di BBIB otomatis kehilangan hak kawinnya walaupun memang mendatangkan banyak manfaat yaitu mempercepat dan mempermudah tersebarnya bibit sapi unggul ke berbagai daerah di Indonesia. Terutama untuk swasembada sapi di 2014.

Bagaimana hukumnya? Wallahualam. Saya belum tahu secara persis dalilnya. Kita perlu seorang ahli yang bisa memberikan pendapat dengan benar dalam hal ini. Agar kita bisa sejahtera, tanpa aniaya pada makhluk lain.

f9599abe35f6e1ed3f8d0a259e61f9b3 Sayangi Hewan

Tags: ,

1 Response to "Sayangi Hewan"

  • kamarul arief manan says:

:1: :2: :3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10: :11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :18: :19: :20: :21: :22: :23: more »

Leave a Comment