Sejauh apapun kita hari ini mencapai, pada mulanya adalah pilihan. Sebagian pilihan kita langsung, sebagian lagi adalah pilihan pihak lain yang menjadi jalan penyambung bagi pilihan-pilihan kita.
Daulat infrastruktur dahulu sebelum daulat pangan. Pada tahun 2011 saja alih fungsi lahan pertanian sebanyak 140.788 Ha (data BPS) yang mayoritas jadi lahan beton alias bangunan.
Banjir buah impor yang kini dengan mudah diperoleh di pedagang kaki lima mengindikasikan makin tidak berdayanya buah domestik menghadapi gempuran buah dari luar negeri yang menjadikan Indonesia sebagai pasar utama.
Allah SWT telah membuat tiga sungai untuk membersihkan tubuh orang-orang yang berdosa. Jika ketiga sungai itu belum cukup, maka Allah akan membersihkannya di sungai Jahannam.
Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan".
Tembok penghalang berdiri disana karena suatu alasan, bukan untuk menghalangi kita. Tembok penghalang itu ada untuk memberi kesempatan kita menunjukan sekuat apa keinginan kita mencapai sesuatu
Perangi Koruptor Lewat Film “Kita vs Koruptor”
Sineas muda bersama KPK membuat sebuah terobosan dalam usaha pencegahan korupsi. Dalam acara “Pembinaan Percepatan Pemberantasan Korupsi -Komitmen Anti Korupsi Menuju WBK- (Wilayah Bebas dari Korupsi)” kemarin Rabu, 29 Februari 2012 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) di Surabaya, kami sebanyak 400 peserta berkesempatan menonton film dengan durasi sekitar 60 menit itu. Lumayan bagus apalagi didukung sound yang keren. Kementan termasuk beruntung diijinkan memutar itu di awal setelah malamnya ditonton SBY karena aksi anti korupsinya (WBK) akan diangkat oleh KPK secara nasional dengan program “zona integritas”.
Hadir dalam pemutaran di peserta WBK adalah Ine Febrianti (salah satu sutradara), Teten Masduki (Transparency International Indonesia – TII) dan pihak KPK. Film ini menghabiskan dana Rp 1,2 M. Dimana seharusnya biaya yang keluar 5 kali lipatnya, namun karena semua pemain hanya dibayar untuk transportasi saja, maka biaya bisa jauh ditekan. Ine Febrianti pun berharap sedikit apa yang mereka lakukan ini berguna bagi bangsa di tengah terpuruknya akibat korupsi.
Empat film pendek itu digarap empat sutradara, masing-masing Chaerun Nissa (‘Psssttt…Jangan Bilang Siapa-siapa’), Emil Heradi (‘Rumah Perkara’), Lasja F Susatyo (‘Aku Padamu’), dan Ine Febriyanti (‘Selamat Siang, Risa!’). Sama seperti para artisnya, menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas keempat sutradara juga tidak dibayar.
Continue reading “Yuk Nonton Film “Kita vs Korupsi”, Film Anti Korupsinya KPK” »
Beberapa waktu lalu saya dikirimi email oleh Nanung Danar Dono artikel-artikel yang menarik mengenai Halal dan haramnya makanan. Artikel ini sangat aplikatif. dan salah satu artikelnya saya bagi untuk temen-temen….
***
Teknologi pangan saat ini sudah sangat maju, sehingga makanan meningkat kualitasnya. Peningkatan kualitas ini disebabkan oleh penerapan teknologi makanan yang melibatkan berbagai bahan tambahan pangan (BTP). Bahan makanan yang asalnya HALAL bisa berubah mjd HARAM krn ketambahan BTP yang tidak halal. Oleh karena tidak semua konsumen Muslim paham ilmu pangan dan istilah2 dalam ilmu & teknologi pangan, maka penting utk diuraikan jenis-jenis makanan yang harus dihindari dan diwaspadai di LN.
Apabila dikelompokkan berdasar sikap thd status keamanan (kehalalan) makanan tsb utk disantap, maka jenis-jenis makanan di LN dapat dibagi mjd 3 kategori, yaitu:
Continue reading “Makanan yang Harus Diwaspadai dan Dihindari di Luar Negeri” »
Feb 12
2
Zaman sekarang, kejujuran rasanya semakin sulit ditemui. Yang justru merebak di mana-mana adalah dusta, khianat, dan ingkar janji. Mengurangi takaran, menyuap, memalsu, dan semacamnya seolah lumrah. Sifat amanah menjadi sesuatu yang benar-benar langka.
Namun, mengeluhkan hal ini tak akan bisa menyelesaikan masalah. Apa yang seharusnya kita lakukan?
Lingkup Pribadi
Daripada menyalahkan orang lain dan berharap mereka berubah, lebih efektif kalau kita bertindak nyata. Mulailah dari diri sendiri. Bagaimana menyemai sifat amanah dalam diri?
1. Sadari bahwa amanah adalah karakter fitrah nurani kita
Meski zaman sudah rusak, saat melihat seorang yang amanah, hati ini merasa kagum dan bahagia. Sebaliknya, melihat orang yang berkhianat, hati ini menyempit dan tersayat perih.
Inilah bukti bahwa karakter nurani kita tidak sesungguhnya berubah. Senang dengan sifat amanah dan membenci sifat khianat.
Continue reading “Kiat Menyuburkan Sifat Amanah” »
Berlangganan majalah islami memang susah-susah mudah. Susahnya kadang kalau dicari-cari ndak ketemu, mudahnya ternyata yang menjadi agen temen sendiri atau orang yang sebenarnya kita kenal. Terkadang rasa sungkannya menawarkan “barang baru” membuat kita terlambat untuk tahu. Disisi lain, daftar agen yang ada tidak lengkap dan ketika bertanya via online juga tidak dijawab oleh pengelola website majalah yang bersangkutan. ![]()
Majalah Islami
Majalah islami yang kukenal tidak banyak. Dari yang tidak banyak itu, hanya sedikit yang nyanthol di hati. Beberapa majalah yang kukenal adalah: Al-Izzah, Tatsqif, Saksi, Annida, El Fata, Ummi, Hidayatullah, Tarbawi, Sabili, Al-Iman, Al Wa’ie, Al-Intima’ dan seterusnya. Dulu ketika mahasiswa senantiasa menyempatkan membaca yang lain sebelum membeli Tarbawi. Namun, sekarang ini beberapa media itu sudah tidak bisa ditemui lagi. Ada yang terkena kredit macet di agennya, bahkan ada yang sampai perlu mengumumkan agen-agen nakal di majalah yang terbit edisi berikutnya. Tidak main-main, kerugian mencapai ratusan juta yang membuat oplah majalah itu macet karena putaran kasnya mandheg. Pada umumnya majalah berumur pendek karena dua hambatan; kesulitan mencari penulis atau kontributor berkualitas dan kesulitan mencari pembaca yang luas.
Continue reading “Berbagi Ilmu dengan Langganan Majalah Islami” »
Feb 12
1
Saya memandang label halal ini lebih tepat kalau kita terapkan di negeri yang mayoritas bukan muslim dan makanan yang beredar umumnya adalah makanan yang secara syariah termasuk diharamakan. Misalnya di singapura, Hongkong, Bangkok, Kanton, New Delhi, Beijng dan lainnya.
Label halal yang dikeluarkan lembaga dan institusi tertentu, sikap kita adalah bahwa niat baik institusi itu patut diacungi jempol. Sebab tujuannya pasti untuk melindungi umat Islam dari mengkonsumsi produk yang diharamkan. Lantaran masalah kehalalan produk sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan.
Dengan adanya pelabelan produk halal, masyarakat jadi sangat terbantu untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk yang pasti kehalalannya. Tidak ada lagi keraguan di dalamnya, lantaran sudah ada lembaga yang menjamin kehalalannya.
Continue reading “Label Halal atau Label Haram?” »
Jan 12
29
Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tidak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ’majnun’, lalu mati.
Atau, jangan-jangan itu cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas. Itu cerita yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:
Continue reading “Sayap-sayap yang tak Pernah Patah” »
Diantaranya, keinginan agar bebas dari kekuasaan orang lain. Faktor ini dapat mendorong seseorang berambisi terhadap kepemimpinan dan jabatan, yaitu agar dia dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang lain.
Umumnya, orang yang semacam itu sejak kecil tidak terbiasa menjadi orang bawahan. Sebaliknya, dia selalu dipromosikan oleh kedua orang tuanya atau masyarakat sekitarnya untuk menjadi seorang pemimpin, kendati mungkin tidak memiliki kemampuan apapun. Orang semacam ini jika diterjunkan dalam lingkup jama’ah (kelompok) akan berbahaya, karena ia akan selalu berusaha memuliakan serta menyombongkan dirinya serta tidak akan pernah dapat menerima orang lain yang menjadi pemimpin diatasnya. Karena itulah ia akan sangat berambisi menduduki posisi kepemimpinan, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.
Continue reading “Faktor-Faktor Penyebab Ambisi Terhadap Kepemimpinan dan Jabatan.” »
Jan 12
5
Kemana kita bertanya masalah Halal tidaknya makanan yang kita konsumsi? siapa pula yang bertanggungjawab menjamin penduduk Indonesia akan makanan halal yang disantapnya? jawabnya adalam LPOM MUI. Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau yang disingkat LPPOM MUI adalah lembaga yang bertugas untuk meneliti, mengkaji, menganalisa dan memutuskan apakah produk-produk baik pangan dan turunannya, obat-obatan dan kosmetika apakah aman dikonsumsi baik dari sisi kesehatan dan dari sisi agama Islam yakni halal atau boleh dan baik untuk dikonsumsi bagi umat Muslim khususnya di wilayah Indonesia, selain itu memberikan rekomendasi, merumuskan ketentuan dan bimbingan kepada masyarakat.
Continue reading “Komunitas Halal” »
Ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran di daerah Semenanjung Arab, bangsa-bangsa Eropa justru mulai bangkit dari tidurnya yang panjang, yang kemudian banyak dikenal dengan Renaissance. Kebangkitan tersebut bukan saja dalam bidang politik, dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Harus diakui, bahwa justru dalam bidang ilmu dan teknologi itulah yang mendukung keberhasilan negara-negara baru Eropa. Kemajuan-kemajuan Eropa tidak dapat dipisahkan dari peran Islam saat menguasai Spanyol.[1]
Dari Spanyol Islam itulah Eropa banyak menimba ilmu pengetahuan. Ketika Islam mencapai masa keemasannya, kota Cordoba dan Granada di Spanyol merupakan pusat-pusat peradaban Islam yang sangat penting saat itu dan dianggap menyaingi Baghdad di Timur. Ketika itu, orang-orang Eropa Kristen, Katolik maupun Yahudi dari berbagai wilayah dan negara banyak belajar di perguruan-perguruan tinggi Islam di sana. Islam menjadi “guru” bagi orang Eropa[2] Di sini pula mereka dapat hidup dengan aman penuh dengan kedamaian dan toleransi yang tinggi, kebebasan untuk berimajinasi dan adanya ruang yang luas untuk mengekspresikan jiwa-jiwa seni dan sastra.[3]
Continue reading “Sejarah Peradaban Islam di Eropa (711M-1492M)” »
Setelah berhasil menancapkan kekuasaan di tiga benua Asia, Afrika dan Eropa pada abad ke-8 M, peradaban Islam mampu melakukan sebuah revolusi yang sangat hebat. Perubahan yang dilakukan peradaban Islam itu dikenal sebagai ‘’Re volusi Hijau’‘ atau ‘’Revolusi Pertanian’‘. Saat itu, umat Islam berhasil melakukan transformasi fundamental di sektor pertanian. Revolusi yang dimulai dari bagian paling timur dunia Islam itu meluas ke seluruh wilayah kekuasaan Islam. Pada abad ke-11 M, ‘’Revolusi Hijau’‘ mampu memberi dampak positif bagi seluruh aspel kehidupan. Revolusi ini berdampak besar pada produksi pertanian, kependudukan, pertumbuhan kota, distribusi tenaga kerja, industri, pakaian, makanan, masakan dan yang lainnya.
Continue reading “Teknologi Pertanian di Era Keemasan” »