Sejauh apapun kita hari ini mencapai, pada mulanya adalah pilihan. Sebagian pilihan kita langsung, sebagian lagi adalah pilihan pihak lain yang menjadi jalan penyambung bagi pilihan-pilihan kita.
Daulat infrastruktur dahulu sebelum daulat pangan. Pada tahun 2011 saja alih fungsi lahan pertanian sebanyak 140.788 Ha (data BPS) yang mayoritas jadi lahan beton alias bangunan.
Banjir buah impor yang kini dengan mudah diperoleh di pedagang kaki lima mengindikasikan makin tidak berdayanya buah domestik menghadapi gempuran buah dari luar negeri yang menjadikan Indonesia sebagai pasar utama.
Allah SWT telah membuat tiga sungai untuk membersihkan tubuh orang-orang yang berdosa. Jika ketiga sungai itu belum cukup, maka Allah akan membersihkannya di sungai Jahannam.
Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan".
Tembok penghalang berdiri disana karena suatu alasan, bukan untuk menghalangi kita. Tembok penghalang itu ada untuk memberi kesempatan kita menunjukan sekuat apa keinginan kita mencapai sesuatu
Petani secara umum adalah warga sipil yang biasa bekerja di sawah atau ladangnya dengan menggunakan alat-alat pertanian seperti cangkul, arit dan yang semisalnya. Petani secara umum bukanlah termasuk anggota militer yang sudah terbiasa di medan perang. Petani tidaklah mempunyai keahlian dasar berperang seperti mempergunakan senjata maupun dasar beladiri yang baik.
Lalu bagaimanakah perasaan seorang panglima perang atau Jenderal yang dikalahkan dalam peperangan oleh petani tentunya dia akan merasa terhina karena itu sesuatu yang memalukan. Dia akan lebih suka dikalahkan oleh seorang prajurit atau anggota militer apalagi kalau dikalahkan oleh seorang panglima perang atau jenderal seperti dirinya tentunya itu sebuah hal yang wajar bahkan mungkin membanggakan.
Continue reading “Dan Abu Jahal pun dikalahkan oleh Anak Petani” »
Dunia pertanian dan perkembangannya saat ini tak lepas dari fondasi dan capaian ilmu pertanian oleh para petani dan pakar pertanian di era keemasan Islam, 12 abad silam. Para ilmuwan Barat seperti Vaux, Mc Cabe, Bolens, Watson, Scott, dan Artz, mengakui kontribusi umat Islam ini. Mereka menyebutkan, pada awal abad ke-9, sistem pertanian modern telah menjadi urat nadi kehidupan ekonomi dan segala aktivitas di negeri-negeri Muslim. Kota-kota besar Islam, baik di Timur Tengah, Afrika Utara, maupun Spanyol, telah didukung oleh sistem pertanian yang canggih. Para petani saat itu telah mengembangkan teknik-teknik pengolahan tanah, sistem irigasi, pemuliaan tanaman dan ternak, serta cara-cara mengatasi hama dan penyakit tanaman.
Continue reading “Sumbangan Islam Bagi Dunia Pertanian” »
Para ilmuwan Muslim membuat pola yang mengubah varian agrikultur tahunan. Penggunaan lahan menjadi semakin produktif, sistem irigasi diperbaiki dan diperluas.
Teknologi pertanian pada masa peradaban Islam memberi pengaruh dalam perkembangan berbagai bidang. Sektor pertanian pada masa kejayaan Islam dianggap sebagai pencetus bagi perkembangan teknologi selanjutnya.
Sumbangan Islam bagi dunia tidak hanya teknologi sebagai sebuah produk, tetapi juga dilengkapi uraian rinci mengenai pembuatan produk teknologi tersebut. Kaum Muslim pada era Revolusi Hijau atau Revolusi Pertanian pada abad ke-11 memberi kontribusi di banyak bidang.
Continue reading “Pertanian pada Abad Keemasan Islam” »
Jan 12
3
Dalam pelbagai diskusi, saya sering ditanya bagaimana kondisi pertanian pangan Indonesia. Saya menjawab, secara agregat kinerja sektor pertanian menggembirakan.
Selama puluhan tahun neraca perdagangan pertanian selalu surplus. Tahun lalu nilainya 18,537 miliar dollar AS atau Rp 166,83 triliun (kurs Rp 9.000 per dollar AS). Surplus terjadi karena membaiknya kinerja subsektor perkebunan, terutama kelapa sawit. Sebaliknya, neraca subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan negatif. Kinerja ketiga subsektor itu jauh dari menggembirakan.
Continue reading “Impor Pangan yang Mencemaskan” »
Masyarakat Barat mengira makanan dan hidangan Muslim hanyalah kari, biryani, kebab, chapati, dan baklava. Dugaan itu ternyata salah besar. Dalam ajang konferensi internasional 1001 penemuan yang digelar di Museum Ilmu Pengetahuan dan Industri Manchester (Inggris), dua tahun lalu, terungkap begitu banyak makanan dan masakan yang kini diklaim masyarakat Barat ternyata warisan dari umat Islam. Di era keemasannya, umat Islam ternyata tak hanya melahirkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta peradaban yang tinggi. Seni kuliner juga ternyata mendapat perhatian begitu besar dari para sarjana Muslim. Tak heran, jika beragam aneka resep masakan dan hidangan berkembang pada masa kejayaan. Hal itu dibuktikan dengan beragam kitab kuliner yang ditulis para sarjana Muslim.
Bus dari kota-kota besar semisal Jakarta, Jogja dan Surabaya memang lebih mudah dijumpai, bahkan setiap saat. Namun kita harus pinter memilih bus yang berkualitas (aman, nyaman, on time). saya punya pengalaman ketika ada tugas ke Bogor dengan persiapan hanya 2 hari dan anggaran mepet, sulit sekali cari bus dari Malang (terminal Arjosari) yang bisa datang di tempat tujuan ontime dan nyaman. Info yang saya dimiliki sangat kurang. Tanya temen juga tidak tahu. Bagi banyak orang bus kadang tidak menjadi pilihan. Salah satu sebab utamanya adalah estimasi jam sampai tujuan karena jalanan macet dan rusak dimana-mana, ditambah proyek perbaikan jalan yang biasanya dilakukan akhir tahun membuat perjalanan padat merayap.
Pilihan enak ya naik Kereta Api. Namun untuk Kota sebesar Malang, jadwal KA bisnis-eksekutif hanya 2, yaitu Malabar dan Gajayana yang berangkat tiap sore. Itupun akhir pekan dipastikan sudah ludes. Akhirnya mau gak mau harus ke Surabaya. Nah ternyata informasi mengenai bus dari Malang banyak disediakan di sini, yang belum tentu daerah lain punya, sebagaimana gambar di bawah..
Yang Benar Bus atau Bis?
Continue reading “Info Bus dan Alamat Agennya dari Malang Raya” »
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda,”Cukuplah bagi orang itu disebut pembohong apabila dia membicarakan setiap yang dia dengar,” (HR. Muslim)
Imam Nawawi mengatakan sesungguhnya diantara kebiasaan adalah mendengarkan suatu kebenaran dan kebohongan dan apabila seseorang membicarakan setiap yang didengarnya maka sungguh ia adalah pendusta karena menginformasikan sesuatu yang belum terjadi. Dan kebohongan adalah menginfirmasikan tentang sesuatu yang bertentangan dengan yang sebenarnya dan tidak ada persyaratan didalamnya harus dengan sengaja.”
Continue reading “Disebut Pembohong Jika Membicarakan Semua yang Dia Dengar” »
Dec 11
28
Barangkali tidak ada yang lebih membanggakan bagi seorang Muslim, selain bercerita atau mendengar cerita tentang bagaimana agamanya yang lahir di tengah padang pasir, pernah membangun sebuah peradaban adiluhung. Peradaban Islam di abad pertengahan, membentang dari Pegunungan Pyrennes di Barat Laut Eropa sampai ke mata air Sungai Indus di Asia. Wilayah ini bahkan lebih luas daripada Imperium Romawi di puncak kejayaannya.
Namun, Sepotong Surga di Andalusia bukanlah buku yang mendeskripsikan detil-detil kemegahan peradaban Islam dengan panjang lebar. Buku yang ditulis seorang profesor bahasa Spanyol dan Portugis ini, justru memilih untuk lebih banyak bercerita tentang interaksi antara masyarakat Muslim, Yahudi dan Kristen di salah satu pusat peradaban Islam ketika itu: Andalusia. Cerita ini dibangun dengan mengisahkan kehidupan, pandangan, dan kenangan tokoh-tokoh pilihan Yahudi, Muslim dan Kristen akan tingginya peradaban di Andalusia.
Continue reading “Sepotong Surga di Andalusia” »
Rachmat Pambudy*
Membangun, intinya adalah mengembangkan peradaban. Tantangan dalam peradaban Indonesia ke depan adalah merancang dan merekayasa masyarakat yang beragam dan ber-Bhineka Tunggal Ika supaya bisa mencapai adil dan makmur secara bersamaan. Bukan kemakmuran segelintir orang apalagi kemakmuran orang atas beban penderitaan rakyat kebanyakan. Membangun adalah membuat bangsa dan negara Indonesia dapat sederajat dengan bangsa-bangsa lain melalui kompetisi antar bangsa yang adil. Tulisan ini mencoba mengajak berpikir bersama untuk ikut andil memberi sumbangan lahirnya model rancangan peradaban dalam rangka menuju suatu tatanan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Mengutip pendapat Covey (2005), bahwa dalam konteks sejarah ada lima tahap zaman peradaban manusia: pertama, zaman berburu dan mengumpulkan pangan; kedua, zaman pertanian; ketiga, zaman industri; keempat, zaman informasi- pengetahuan; dan kelima zaman kebijaksanaan. Peradaban manusia mulai dari zaman berburu dengan peralatan sederhana, karena hal itulah yang baru mereka ketahui tentang peradaban pada saat itu. Peradaban mulai berubah sejak ada “orang” disebut “petani” yang membawa metode untuk menghasilkan makanan dengan bercocok tanam, mulai dari mengolah tanah, menebar benih dan akhirnya panen bahan pangan. Sebagai petani, mereka bisa menghasilkan limapuluh kali lebih banyak dari para pemburu.
Continue reading “Membangun Indonesia Melalui Kepemimpinan Entrepreneur Agribisnis” »
Dec 11
25
“Andai manusia pergi”, kata ahli ornithology Steve Hilty, “setidaknya satu per tiga di antara semua burung di bumi barangkali bahkan tidak akan menyadari.”

The images were created for the Wildlife Conservation Society's Mannahatta Project, which launched April 20 and includes a book, museum exhibition, and Web site. The yearlong celebration of Manhattan's natural history aims to recreate the island as it appeared 400 years ago, on the day English explorer Henry Hudson arrived in 1609.
Yang ia maksudkan adalah burung-burung yang tidak pernah meninggalkan habitatnya di cekungan-cekungan rimba Amazon yang masih terisolasi, atau di hutan-hutan semak berduri di kawasan Australia yang jauh atau di lereng-lereng gunung Indonesia yang senantiasa terselimuti awan. Apakah hewan-hewan lain yang barangkali sadar tentang kejadian ini –satwa-satwa liar yang terus-menerus mengalami stress karena diburu dan kini terancam punah seperti biri-biri bertanduk besar atau badak hitam misalnya- akan berpesta pora merayakan kepergian kita.
Kita bisa membaca emosi sedikit satwa, yang sebagian besar telah kita jinakkan, misalnya anjing dari beberapa majikan mereka yang ramah, kendati sebagian harus menukarnya dengan kebebasan mereka sendiri. Spesies hewan yang kita anggap paling cerdas –lumba-lumba, gajah, burung betet, dan simpanse- barangkali tidak terlalu merasakan kehilangan. Walalupun kita sering melakukan berbagai upaya yang serius untuk melindungi mereka, yang berbahaya bagi mereka biasanya justru kita.
Continue reading “Dunia Tanpa Kita” »