Tag Archive

Sayap-sayap yang tak Pernah Patah

Published on 01/29/2012 By zainuri

Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tidak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ’majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan itu cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak [...]

Aku Mencintaimu

Published on 07/12/2011 By zainuri

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu — Sapardi Djoko Damono [...]

Cinta Bersemi di Pelaminan

Published on 07/29/2010 By zainuri

Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab. Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. [...]

Monumen Cinta

Published on 07/21/2010 By zainuri

Ibrahim as adalah sebuah monumen cinta. Hingga pada akhir hayatnya pun harumnya cinta suci begitu mewarnai. Saat Malaikat Maut hendak mencabut nyawanya, Ibrahim berujar, “Tanyakanlah kepada Allah, adakah Kekasih yang tega mencabut nyawa kekasih-NYA?”  Maka bergegaslah Malaikat Maut menghadap Sang Khalik yang dengan lugas menjawab, “Katakan kepada Ibrahim, adakah kekasih yang enggan bersua dengan Kekasihnya?” [...]

Aku cinta kamu!

Published on 11/19/2009 By hanif

Berapa kali Anda mengucapkan kalimat itu kepada istri Anda dalam sehari? Saya jelas tidak bisa menebaknya. Tapi beberapa orang suami atau istri mungkin bertanya: perlukah kata itu diucapkan setiap hari? Apa yang mungkin ‘dilakukan’ kalimat itu, dalam hati seorang istri, bila itu diucapkan seorang suami, pada saat anak ketiganya menangis karena susunya habis? Ada juga [...]

Mencintai Sejantan ‘Ali

Published on 08/27/2009 By hanif

oleh : salim-a-fillah kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. -M. Anis Matta- Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri [...]

Keuletan Jiwa

Published on 06/08/2009 By hanif

Semangat penanggungan dan naluri keulungan adalah gelora moral dan jiwa sekaligus yang hanya mungkin metahirkan bunyi cinta yang nyaring kalau ia menggaung dalam ruang kepribadian yang ulet. Ulet. Pribadi yang ulet. Itu semua tentang daya tahan untuk terus memberi dan kemampuan untuk terus bertumbuh. Keuletan adalah ciri pribadi yang kuat dan kokoh. Kerja-kerja batin dalam [...]

Perang dan Cinta

Published on 06/08/2009 By hanif

John Lennon adalah trauma. Lahir di tengah puing perang dunia pertama, kedua, dan perang Vietnam. Legenda pop tahun 60-an itu tiba-tiba menemukan bumi ini seperti sepenggal neraka. Maka lahirlah Flower Generation dengan semangat anti perang dan fenomena hyppies. Bahkan ketika Tuhan disebut dalam perang, Bob Dylan justru mengatakan: “If God in our side, He’ll stop [...]

Meraih Tiga Cinta

Published on 01/11/2009 By hanif

Siapa yang melakukan tiga hal berikut, maka akan mendapatkan kecintaan yang diharapkan. Pertama, barang siapa yang menghindarkan diri dari kemewahan dunia, maka Allah akan mencintainya. Kedua, barangsiapa menjauhkan dirinya dari perbuatan dosa, maka para malaikat akan mencintainya. Dan ketiga, barangsiapa yang tidak mencari atau mengejar keuntungan dari orang-orang Islam, maka orang-orang Islam akan mencintainya. (Ustman [...]

Mencintai itu Keputusan

Published on 06/19/2008 By hanif

Oleh : Anis Matta Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar. Kemudian ia pun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini”. Itulah kalimat pertama Utsman bin [...]